Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, SMPN 1 Ngawi menggelar serangkaian lomba antarkelas yang berlangsung meriah pada Jumat, 14 Agustus 2026. Suasana sekolah mendadak penuh dengan sorak-sorai dan gelak tawa saat seluruh siswa, mulai dari kelas 7 hingga kelas 9, berkumpul untuk menunjukkan kekompakan tim mereka.
Perlombaan ini diikuti oleh seluruh siswa SMPN 1 Ngawi, mulai dari siswa kelas 7, 8, hingga kelas 9. Setiap kelas mengirimkan perwakilan tim terbaiknya untuk berlaga di tiga cabang perlombaan unik yang dirancang khusus untuk menguji ketangkasan, kesabaran, dan soliditas tim:
- Lomba Pancing Kerupuk
Berbeda dari lomba makan kerupuk konvensional, variasi pancing kerupuk menuntut tingkat konsentrasi tinggi, koordinasi motorik yang presisi, serta kesabaran ekstra dari para peserta untuk mengaitkan dan menyelesaikan tantangan. - Lomba Estafet Karet Tepung
Menjadi salah satu cabang lomba yang paling banyak memancing gelak tawa penonton. Para peserta harus memindahkan karet menggunakan sedotan atau alat bantu dengan kondisi wajah bertabur tepung. Lomba ini tidak hanya menguji kecepatan, tetapi juga kepercayaan antaranggota tim. - Lomba Menara Ember
Menguji kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan penyusunan strategi. Tim harus menjaga keseimbangan ember agar tidak runtuh hingga mencapai garis akhir, yang mencerminkan betapa pentingnya peran setiap individu dalam sebuah kelompok.
Total 30 tim yang bertanding di masing-masing cabang lomba, kompetisi berlangsung sengit namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Sorak-sorai dan yel-yel dukungan dari teman-sekelas di pinggir lapangan kian membakar semangat para peserta yang sedang berjuang.
Ada yang unik dari penampilan para peserta kali ini. Lapangan sekolah tampak memerah dan memutih. Hal ini karena seluruh siswa SMPN 1 Ngawi kompak mengenakan kaos merah bawahan putih. Pemilihan warna busana ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbolisasi dari bendera negara agar jiwa dan semangat para siswa ikut membara seperti merah putih dalam setiap perlombaan.
Lomba ini diselenggarakan bukan hanya untuk mencari pemenang, melainkan sebagai wadah untuk mempererat kekompakan tiap kelas dan membangun kerja sama yang solid antar siswa SMPN 1 Ngawi. Gelak tawa pecah saat lomba estafet karet tepung berlangsung, di mana wajah para peserta mulai memutih terkena tepung demi mempertahankan karet gelang agar tidak jatuh. Begitu pula pada lomba pancing kerupuk dan menara ember yang membutuhkan konsentrasi tinggi serta strategi kelompok yang matang.
Melalui kegiatan ini, SMPN 1 Ngawi berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai perjuangan, kebersamaan, dan gotong royong masa kemerdekaan dapat terus ditanamkan kepada generasi muda melalui cara-cara yang menyenangkan dan edukatif.