Berita Pilihan

PPDB SMPN 1 NGAWI TP. 2017/2018
07-Mar-2017
untuk mendownload brosur, formulir dan nomor pendaftaran klik disini


GILANG PANDU PERMANA : Dalang Kondang Nasional
23-Nov-2016
            Semua mata terpana menyaksikan gerakan Anoman yang ...


PPDB JALUR REGULER 2016
22-Jun-2016
BROSUR, FORMULIR dan KARTU PENDAFTARAN dapat didownoad disini


Lomba SEO SMADA 2016
29-Mar-2016
SPENSA, THE FIRST!             Medio & ...


PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
15-Feb-2016
         


June 2017

MTWTFSS
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Speak Up

Statistics

  • Hari Ini 39
  • Minggu Ini 416
  • Bulan Ini 3683
  • Total 18024

Profil » Sejarah

Sejarah Berdirinya SMP Negeri 1 Ngawi

Sumber: dari Bapak Soejono mantan guru Ilmu Bumi dan Menyanyi yang juga salah satu tokoh pelaku perjuangan pendiri SMP Ngawi.

1. Latar Belakang Berdirinya
Beberapa hal yang melatarbelakangi berdirinya SMP Ngawi (nama SMPN 1 Ngawi  dulu) diantaranya adalah: waktu itu untuk masuk SMP pelajar Ngawi harus ke Madiun, kost di Madiun mahal untuk rata-rata penghasilan waktu itu, transportasi Ngawi–Madiun waktu itu belum ada. Satu-satuanya yang ada adalah lori tebu dengan menggunakan gerbong ampas tebu.

2. Pembentukan Panitia
Masyarakat Ngawi yang rukun dan bersatu menggalang kekuatan dan bertetap hati membentuk panitia mendirikan SMP. Susunan Panitia sebagai berikut:

Ketua : Bp.dr Soeroto
Bendahara : Karjodjoemeno (pedagang)
Sekretaris : M.Soejanto (Bagian Keuangan Kabupaten)
Bagian Pendidikan : Hoedan Dsoerjohoedojo (PS Pusat)
Anggota Kehormatan : HK Moekti (Angg.BE, BPRD)
Anggota : Sulaiman (Pj.Kepala Sekolah)
Anggota : Soejono (guru)

 

Setelah panitia terbentuk maka mulai bulan Agustus 1946 dimulailah kegiatan-kegiatan seperti: pengumpulan dana, pengumpulan bangku-bangku, pengumpulan buku-buku pelajaran, gedung oleh BPRD ditunjuk bekas ”Landraad” (Pengadilan Negeri) sekarang ditempati Banwas letak di utara lapangan tenis alun-alun.

3. Berdirinya SMP Negeri 1 Ngawi (dulu bernama SMP Negeri Kabupaten Ngawi)
Tanggal 1 Oktober 1946 satu-satunya SMP di Kabupaten Ngawi dibuka, ditandai dengan pemancangan papan nama dan selamatan sederhana. Hadir memberikan kesaksian semua pengurus termasuk Badan Eksekutif BPRD Kabupaten Ngawi, Bupati Ngawi RM Sidarta, 2 orang guru dan 1 orang pesuruh waktu itu yaitu Bapak Gijo Wongso.  Jumlah kelas ada 2, jumlah guru 2 dan Bapak M.Sulaiman bertindak sebagai Pj.Kepala Sekolah dan Bapak Soejono sebagai guru. Semua pelajaran ditulis di papan tulis untuk kemuian dikutip para siswa dengan tinta, pensil. Pada bulan Desember 1946 datang guru yaitu Bapak Koermen sebagai pengungsian dari Surabaya.

Tahun 1942  guru-guru mulai berdatangan antara lain: Bapak Dwidjojoewono (dari Solo), Bapak Ibnu Darmawan (dari Semarang), Bapak Kasmadi (dari Tegal) dan Bapak Soekarjan (dari Paron). Setelah kenaikan kelas (bulan Agustus) status sekolah menjadi S.M.U.P Kabupaten Ngawi dengan SK B.E.P.R.D Kabupaten Ngawi. Gedung sekolah pindah ke kediaman Asisten Residen (timur alun-alun).

Tahun 1948 berdasar SK Meneteri P dan K, Ki Mangunsarkoro bulan maret 1948 diakui sebagai Sekolah Negeri berlaku surut mulai berdirinya. Diangkat seorang kepala sekolah yaitu Bapak Sutarman dari Purworejo. Guru-guru sudah lengkap dan memenuhi syarat dan ruang guru sudah ada.

Tahun 1949,  akibat adanya huru hara dan pembunuhan yang dilakukan oleh Tentara Merah  tahun 1948 kota Ngawi praktis kosong dan pengungsian ke segala penjuru. SMP pecah ke Ngrayudan, Kedunggalar, dan lain-lain. Bahkan murid-murid ada yang tidak belajar sama sekali. Tahun 1949 seharusnya sudah bissa ditempuh Ujian Akhir tetapi karena kondisi dengan terpaksa diundur 1 tahun.

Tahun 1950, tenaga pengajar terus bertambah, proses belajar mengajar sudah mulai baik, buku tulis dan alat tulis sudah mudah didapat. Toko buku sudah ada yaitu ”Toko Buku Hono” yang merupakan toko buku pertama di Ngawi. Ujian Akhir yang sempat mengalami penundaan akhirnya dilaksanakan. Hasil Ujian Akhir 95% murid dinyatakan lulus. Lulusan pertama ini tentu saja disambut dengan suka cita.

Tahun 1951, jumlah guru yang berkurang dapat teratasi dengan dikrimnya guru-guru dari Dinas P dan K, tenaga Tata Usaha juga ditambah. Ujian Akhir berhasil dilaksanakan dengan lancar.

Tahun 1952, Kepala Sekolah diganti Bapak Soemadi, ada tambahan beberapa guru. Pada pertengahan tahun 1952 gedung sekolah pindah ke bekas gedung Sempurna 1 (Ex NIS). Gedung inilah yang sampai sekarang dipakai SMP Negeri 1 Ngawi.

Tahun 1953 – 1956 Bapak Koermen diangkat sebagai Kepala Sekolah. Atas usaha bersama guru, wali murid dan masyarakat tambahan gedung mulai diusahakan. Di gedung itu pula didirikan SMP PGRI untuk kebutuhan belajar.

Tahun 1957 – sekarang. Tahun 1975 Bapak Soepardio Hadi BA diangkat sebagai Kepala Sekolah. Tahun 1976 – 1985 Bapak H.Djaswadi Hadi Martono diangkat menjadi Kepala SMPN 1 Ngawi. Bapak M.Soedarto, BA menjadi Kepala Sekolah tahun 1985 – 1993. Antara tahun 1993 – 1998 biduk SMPN 1 Ngawi dibawah kendali Bapak H.Parlan S.Pd, M.M. Kemudian Bapak Soeharjo, SH, S.Pd, M.Pd menjadi Kepala SMPN 1 Ngawi dari tahun 2001 – 2007. Bapak Drs.Soehartoyo, S.Pd  menjadi Kepala SMPN 1 Ngawi dari tahun 2007 – 2008. Sejak bulan Nopember 2008 -  sekarang Bapak H. Hadi Santoso, S.Pd, M.M.Pd diangkat menjadi Kepala SMPN 1 Ngawi.

Setelah selama 3 tahun menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN), sejak tahun 2008 SMP Negeri 1 Ngawi dipercaya oleh pemerintah menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) sampai sekarang. Dengan berubahnya status dari SSN menjadi RSBI maka SMP Negeri 1 Ngawi mulai berbenah dan akan terus berbenah agar status RSBI benar-benar menjadi kenyataan bukan hanya sekedar istilah. Gedung-gedung dan fasilitas sarana prasarana sekolah terus dilengkapi. Lingkungan sekolah kini nampak lebih asri, sejuk dan indah. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan juga terus berusaha mengasah pengetahuan dan skill-nya agar lebih profesional dan kompeten.